Hello ^^

Apa yang saya tulis semuanya berasal dari hati dan pikiran.
Apa yang saya tulis tidaklah selalu 'saya' dan apa yang anda baca tidaklah selalu 'anda' :)

Tuesday, 28 May 2013

Hey Bebby Cole I miss you much !!!

Song : Leaving on a jet plane

All my bags are packed I'm ready to go
I'm standin' here outside your door
I hate to wake you up to say goodbye
But the dawn is breakin' it's early morn
The taxi's waitin' he's blowin' his horn
Already I'm so lonesome I could die

So kiss me and smile for me
Tell me that you'll wait for me
Hold me like you'll never let me go
Cause I'm leavin' on a jet plane
Don't know when I'll be back again
Oh baby, I hate to go

There's so many times I've let you down
So many times I've played around
I tell you now, they don't mean a thing
Every place I go, I'll think of you
Every song I sing, I'll sing for you
When I come back, I'll bring your wedding ring

So kiss me and smile for me
Tell me that you'll wait for me
Hold me like you'll never let me go
Cause I'm leavin' on a jet plane
Don't know when I'll be back again
Oh babe, I hate to go

Guitar Solo

Now the time has come to leave you
One more time let me kiss you
Close your eyes I'll be on my way
Dream about the days to come
When I won't have to leave alone
About the times, I won't have to say

So kiss me and smile for me
Tell me that you'll wait for me
Hold me like you'll never let me go
Cause I'm leavin' on a jet plane
Don't know when I'll be back again
Oh baby, I hate to go

Cause I'm leavin' on a jet plane
Don't know when I'll be back again
Oh baby, I hate to go


Lagi nyanyi-nyanyi dikantor, sendirian udah kaya penyanyi beneran aja. Hahahaha sukur-sukur orang kantor nggak ada yang pecah gendang telinganya dengerin saya nyanyi ^^
Malem ini nggak tau kenapa lagi melow banget, kangen banget saya sama seseorang nun jauh disana. Diluar pulau jawa ini. Andai saja Tangerang - Denpasar jaraknya bisa ditembus dengan pintu ajaib milik doraemon. Mungkin kangennya tidak akan akut seperti ini. Tapi apa yang harus dirasakan dengan apa yang harus diperbuat tidak bisa selalu berkesinambungan. Behubung saya memiliki tanggung jawab disini. Begitu juga dia disana. Kami sama-sama adil. Terkadang disibukkan dengan kegiatan kami masing-masing membuat komunikasi kami menjadi sedikit renggang. Disaat-saat seperti itulah perasaan ini muncul. Setiap malam saat mau tidur saya memikirkannya. Setiap baru bangun tidur saya juga memikirkannya. Selalu dan selalu hadir didalam pikiran ini, sungguh luar biasa pria gondrong berjiwa seni satu itu. Tapi apapun yang ada didalam dirinya, saya menyukainya. Tuhan seandainya saja dia bisa berada disisi saya sekarang, saya akan sangat bahagia sekali. Kapan saya bisa merasakannya? Ketika saya bangun pagi dia orang pertama yang saya lihat, ketika saya ingin tidur dia menjadi orang terakhir yang saya lihat. Saya tahu masih sungguh awal bagi saya untuk memikirkan hal tersebut. Namun saya benar-benar menginginkannya Tuhan.

Namun apapun jalan yang Tuhan berikan padaku, aku tidak akan menerimanya dengan rasa penyesalan. Karena yang lebih tahu tentang diriku adalah Tuhan. DIA adalah penciptaku, DIA-lah yang paling mengetahui.

Satu lagu lagi untuk kamu yang nun jauh disana. Lagu ini khusus untuk kamu. Sebagai rasa terimakasih karena kau telah mencintai seorang gadis kecil yang menjadi teman sekelasmu saat Sekolah Menengah Atas dengan seluruh rasa yang kau punya. Sungguh-sungguh berterimakasih.

Song : Thank you for Loving ME

It's hard for me to say the things 
I want to say sometimes 
There's no one here but you and me 
And that broken old street light 
Lock the doors 
We'll leave the world outside 
All I've got to give to you 
Are these five words when I 

Chorus: 
Thank you for loving me 
For being my eyes 
When I couldn't see 
For parting my lips 
When I couldn't breathe 
Thank you for loving me 
Thank you for loving me 

I never knew I had a dream 
Until that dream was you 
When I look into your eyes 
The sky's a different blue 
Cross my heart 
I wear no disguise 
If I tried, you'd make believe 
That you believed my lies 

Chorus: 
Thank you for loving me 
For being my eyes 
When I couldn't see 
For parting my lips 
When I couldn't breathe 
Thank you for loving me 

You pick me up when I fall down 
You ring the bell before they count me out 
If I was drowning you would part the sea 
And risk your own life to rescue me 

Solo 

Lock the doors 
We'll leave the world outside 
All I've got to give to you 
Are these five words when I 

Chorus: 
Thank you for loving me 
For being my eyes 
When I couldn't see 
You parted my lips 
When I couldn't breathe 
Thank you for loving me 

When I couldn't fly 
Oh, you gave me wings 
You parted my lips 
When I couldn't breathe 
Thank you for loving me

Noted :
ILY my Cole. Dua kata dalam satu nama. Andi Suprianto

with Love
-ray-

Bali with Love [Bali dengan Cinta]

Hari ini lagi ber-nostalgila eh ber-nostalgia. Maaf ya baru di post ^^
@ Ngurah Rai International Airport

@ Ngurah Rai International Airport

@ Ngurah Rai International Airport

@ Ngurah Rai International Airport

Hadirnya 'Kamu'

Aku bertemu seseorang, sebelum nya kami belum pernah saling mengenal sampai sedekat ini. Tapi bisa dibilang aku yang lebih dulu mengenalnya. Perkenalan 'sepihak' yang aku lakukan hanya dengan memandangnya dari kejauhan. Bahkan sekarang aku masih tidak menyangka, bagaimana bisa kami akhirnya saling mengetahui satu sama lain. Percakapan pertama kami juga begitu singkat, namun aku selalu ingat tempat dimana pertama kali aku mulai mengaguminya, karena disana juga percakapan itu dimulai.

Setiap pertemuan pasti akan ada perpisahan. Apa mungkin pertemuan kami yang singkat ini akan berujung pada perpisahan? Itu pasti. Tapi kapan? Itu yang menjadi pertanyaanku. Apapun yang harus menjadi akhir dari perkenalan kami, adalah hal yang harus aku terima dengan lapang dada. Karena sesungguhnya tidak ada yang abadi didunia ini, begitu juga dengan pertemuan kami. Saat ini aku hanya merasa senang bila bersamanya. Terasa seperti memiliki seorang 'kakak', yang selalu bisa memberiku kenyamanan, perlindungan, dan kebahagiaan. Terimakasih Tuhan, telah mempertemukan kami.

Awal pertemuan kami ...

Saat itu adzan Dzuhur berkumandang, segera aku merapikan alat-alat tulisku dan bergegas menuju Majid Taqwa. Disanalah pertamakalinya aku bertemu seseorang yang menurutku, cukup menyita pandanganku selama beberapa detik. Semenjak hari itu, aku tidak pernah absen untuk melihatnya. Setiap hari aku pasti melihatnya, entah itu dari balik jendela kelasku, atau dari depan teras kelasku, terkadang juga aku berjalan di belakangnya saat menuju masjid. Benar-benar mengesankan sekali saat-saat itu. Tapi itu tidak berlangsung lama, hanya tiga bulan pertemuan. Hampir satu tahun lebih tidak ada pertemuan lagi, aku dipertemukan lagi dengannya, di tempat yang sama. Masjid Taqwa. Tapi saat itu kita ngobrol, sapaan pertamanya, senyum pertamanya, dan jabatan tangan pertama kalinya. Darisanalah semuanya dimulai, memiliki seorang kakak laki-laki yang dari dulu sangat aku impikan. Yah, hal tersebut tidak bisa terjadi begitu saja, meminta seorang kakak laki-laki sangatlah mustahil, dibanding meminta adik laki-laki ^^.
Pertemuan yang singkat, tapi menggoreskan cerita-cerita yang sangat bersahabat. Tapi kenapa Tuhan mempertemukan kita ya? Padahal selama satu tahun itu juga aku sudah tidak pernah mengingatnya lagi. Apa mungkin Tuhan ingin mencairkan rasa penasaranku saat itu? Kalau hanya itu aku rasa sudah terjawab rasa penasaranku.

Apapun itu, Bagaimanapun itu, aku bersyukur bisa memiliki seorang kakak. Walaupun itu hanya akan berlangsung sementara. Karena aku mengerti kami terlahir bukan dari darah yang sama, bukan dari keturunan yang sama. Kami hanyalah saudara ketemu gede, kalau kata orang-orang mah. Tapi aku tetap merasa dia adalah kakak yang baik. Sangat baik ^^
Kalaupun akan tidak berjumpa kembali, aku akan selalu mengenangnya. Selalu ^^

I just wanna say Thank You for you big Brother ^^
Thanks for everything ..

with Love
-ray-

Thursday, 16 May 2013

*Find the timE*

-The time to read-

to smell the flowers
to paint your dreams
to have a coffee with a friend
to learn a new craft
to write a letter
to bake a surprise cake
to go somewhere special
to REALLY be with the person you LOVE
or even to do nothing for a while

051513

Wednesday, 15 May 2013

Suatu hari yang menye-menye

Entah perasaan apa yang menggangguku dipagi ini. Sepertinya sesuatu mulai berkecamuk dihati ini. Apakah  yang salah dengan diriku? Seharusnya aku tidak begini. Mungkin ke-egoisan-ku yang membuatku seperti ini. Begitulah wanita. Terlalu sensitif, terlalu pemikir, terlalu menye-menye. Namun apalah daya ini, membuat hatiku menjadi tidak terkontrol.

Hari ini begitu cerah, tidak sepantasnya aku terlalu berlarut mengikuti alur perasaan ini. Aku harus pergi secepatnya dari sini. Kembali menjadi siapa aku yang seperti biasanya. Sanggupkah aku? Apakah wanita memang memiliki hati seperti kapas atau tisu yang lembut? Saking lembutnya mudah tersobek. Kenapa wanita begitu perasa? Hanya tusukan kecil saja mampu membuatnya terjatuh. Sakit. Wanita begitu lemah. Ada yang bilang, wanita hebat bisa memiliki perasaan yang peka, contohnya seperti Ibu hamil yang peka terhadap anak yang didalam kandungannya. Namun sekarang aku tidak sedang hamil. Aku .... hanya sedang .... lupakan lah. Jika aku kembali mengingat hal itu, hatiku terasa sesak. Seperti ruangan disana sudah tidak sanggup lagi menampung kegelisahanku. Tapi aku juga tidak mau selalu seperti ini.

Baiklah, aku mengaku. Aku Cemburu. Tidak cemburu juga sih, hanya saja rasa khwatir-takut-kehilangan-ataupun-perasaannya-berubah. Apakah itu bisa dibilang cemburu juga? Baiklah, aku akui. Memang cemburu. Sekarang aku benar-benar tidak mengerti harus-bagaimana. Apakah meluapkan kecemburuan ini kepadanya, dari A sampai Z, atau hanya memendamnya seperti sekarang. Namun bila dipendam, malah aku merasa sangat terganggu. Begitulah aku. Saat ini. Ingin sekali rasanya memiliki pemikiran yang dewasa. Tidak dikendalikan dengan ego anak kecil seperti ini. Kapan aku bisa dewasa menghadapi permasalahan-permasalahan seperti ini? (Ini hanya permasalahan terhadap diri aku, bukan terhadap kamu atau dia). Seharusnya aku bisa lebih mengerti, disini aku tidak minta untuk dimengerti. Hanya saja aku butuh waktu beberapa saat untuk berfikir, apa yang harus aku lakukan. Kita benar-benar paham bahwa kita ingin sekali mempertahankan hubungan ini. Terlebih lagi dengan keinginan diriku. Disaat seperti ini, apapun yang aku lakukan berasa seperti sia-sia. Mungkinkah aku akan kehilangan dirinya? Mungkinkah aku akan menjadi gadis dengan airmata yang menghiasi hari-harinya. Mungkinkah? Mungkinkah?

Sejauh ini aku sudah sangat percaya. Namun entah apa yang dilakukan oleh hati ini sehingga memunculkan perasaan seperti ini. Salahku? Mungkin. Karena aku bukan pecinta Vespa seperti mu. Karena aku bukan gadis yang terbiasa hidup bebas. Karena aku tidak selalu bisa disisimu. Sudah aku fikirkan sebelumnya, menjalani hubungan ini bukan hal yang mudah. Lalu kenapa aku masih mau menjalaninya? Karena dulu aku punya perasaan dahsyat yang membuatku melupakan resiko-resiko itu. Sekarang? Perasaan itu masih ada, namun sedang bergelut dengan perasaan lainnya. Siapakah yang akan menang? Mungkin aku harus memilih satu diantaranya.

Kita. Kami. Kalian punya jalan hidup masing-masing, dan dengan cara masing-masing. Berbeda namun tetap sama. Tidak mungkin meminta salah satu menjadi salah satu lainnya. Karena setiap manusia memiliki batas terhadap keinginannya masing-masing. Aku juga manusia biasa, yang bisa merasakan senang dan juga sedih.

with Love
-ray-

Monday, 13 May 2013

me & hijab ^^

she is ME :)

Cheeeeers ^^

:)

very like this picture ^^

ini bergaya dulu waktu pulang dr Istiqlal :p

mau pulangs, tetep dong eksis hehehe

me and Yolla

me

me with Nabila

Asslamualaikum ^^

Baru nyempetin diri untuk nulis lagi nih. Kali ini tulisan nya special saya buat untuk sahabat tercinta Nabila Candra Garini. Karena dia yang sudah menunggu saya untuk kembali menulis hehehe. Terimakasih banyak untuk semua readers yang sudah meluangkan waktunya untuk mantengin Blog saya. Semoga selalu diberikan Ridha dari Allah SWT. Aminnnn ^^

Kali ini saya ingin berbagi sedikit kisah yang ada dikehidupan saya baru-baru ini. Sudah 1 tahun 9 bulan saya tinggal di pulau Jawa ini. Jauh dari Keluarga inti saya, mama papa, dan kedua adik saya. Kebanyakan aktivitas yang saya lakukan hanyalah fokus terhadap pekerjaan saya, setahun sebelumnya terfokus pada pendidikan sih, dan Insya Allah tahun ini akan kembali lagi ke bangku pendidikan, jadi fokus saya terbagi menjadi 2. Semoga saja bisa berjalan lancar ya, aminnnn. Tentunya atas izin Allah ^^

Selama tinggal disini saya tidak pernah mengikuti organisasi apapun, bahkan teman-teman saya disini terbatas. Sebatas hanya partner kerja atau teman-teman yang saya punya pada saat saya pendidikan. Namun seorang teman saya, mengajak saya untuk ikut bersama dia menghadiri sebuah acara "Siraman Rohani" yang bertempat di Istiqlal Mosque. Saat itu saya merasa tertarik untuk mengikuti dia. Sekilas mengingat pada saat saya masih tinggal diBali, saya kan minoritas, agama saya Islam sedangkan diBali mayoritasnya Pemeluk Hindu. Namun semenjak umur 2th Mama saya sudah mengajarkan saya mengaji dan ajaran-ajaran agama lainnya. Saya juga dimasukkan ke pendidikan Madrasah sebelum saya masuk SD. Jadi walaupun saya adalah minoritas tapi saya bisa tetap mengenal Islam dari lingkungan sekitar saya. Saya masih aktiv mengaji sampai saya SMP, semenjak SMA saya sudah tidak mengaji lagi, karena aktivitas di SMA sangat banyak, saya mengganti kegiatan mengaji menjadi dirumah saja, terkadang mama saya yang membantu saya menyimak ketika saya sedang mengaji. Setelah saya lulus SMA beberapa bulan sebelum saya diputuskan untuk menjalani pendidikan di Jakarta saya sempat diminta mama saya untuk mengikuti kegiatan Liqo' yang diadakan oleh teman mama. Saat itu saya mengikuti kegiatan tersebut memang atas dasar "disuruh mama" (jujur saja loh ya ^^) Namun kegiatan tersebut tidak lama berakhir setelah saya pindah ke jakarta untuk mengikuti pendidikan. Sampai akhirnya saya diterima bekerja dan saya belum pindah kembali ke tanah kelahiran saya itu.

Sekarang, saya berfikir bahwa saya membutuhkan suatu ruang lingkup yang mampu menampung saya dan mengajarkan saya Ilmu agama yang saya butuhkan. Beruntung saja saya berteman dekat dengan Yollanda, dia yang membawa saya masuk kedalam dunia yang sedang saya cari untuk diterapkan didalam kehidupan saya, dan kali ini tanpa paksaan atau permintaan dari siapapun. Ini berasal dari hati, Insya Allah saya tulus ikhlas dalam menjalankannya.

Kembali lagi ke masa sekarang ya ^^
Seharian dihari Ahad tersebut saya menggunakan "Hijab" atau kalau kata orang Endonesia "Kerudung". Seumur-umur dalam perjalanan hidup saya, baru sehari kemarin saya merasa betah memakai Hijab. Yang saya rasakan itu sejukkk sekali. Walaupun saya memakai pakaian yang tertutup dan berlapis-lapis, saya tidak sama sekali merasakan gerah. Subhanallah sekali pemirsa.
Berbeda ketika saya masih ABG, saya itu make hijab kalau sedang mengaji saja, dan terntunya lebih sering disaat bulan Ramadhan, itu pun saya terkadang lepas pakai lepas pakai, padahal hanya beberapa jam saja loh. Yahhh mungkin pada saat itu saya masih belum diberikan Ilham dari yang maha Agung Allah SWT. Namun saya bersyukur, mulai dari detik kemarin di hari Ahad, saya sudah bisa membiasakan diri menggunakan Hijab. Insya Allah, jika mendapat kelancaran saya mau ber-Hijab terus. Readers doakan saya yah. Saya tidak merencanakan itu kapan. Jika saya sudah merasa siap dan mapan untuk hal tersebut pasti saya langsung melaksanakannya. Sekarang-sekarang saya mau memperbaiki akhlak saya menjadi lebih baik lagi. Kalau kata senior saya, "Kerudungi hatimu dulu" hehehehe, Insya Allah saya mau menjadi Muslimah yang lebih baik lagi, dan bisa selalu membawa diri saya berpegang teguh kepada Islam. Mohon doanya ya Readers.

Sekian dan terimakasih untuk hari ini.
Wassalamualaikum

with love
-ray-

Friday, 15 March 2013

Life & Laugh


Hidup itu terlalu sayang untuk tidak digunakan bersenang-senang. Hidup itu terlalu sedih untuk tidak ditertawakan. Semasih hidup, bersenang-senang dan tertawalah. Sesusah apapun jalan kehidupan yang setiap saat dilalui oleh berbagaimacam manusia, tertawalah.

Terkadang, jalan yang kita mau dengan takdir yang sudah digariskan selalu tidak memberikan petunjuk yang searah. Saat itulah, kemana kita harus melangkah? Kanan, Kiri, Depan, Belakang, Atas atau Bawah. Sebagai manusia yang memiliki kesempurnaan dibanding ciptaan-ciptaan Tuhan yang lainnya, kita sering mengagung-agungkan diri kita, dan sering menyalahkan takdir yang sudah digariskan untuk kita. Tidak sedikit juga yang menyalahkan Tuhan. Siapa kita? Kita hanyalah manusia, dan manusia adalah ciptaan Tuhan. Sopankah kita bila menyalahkan Tuhan? Seharusnya kita berterimakasih kepada-Nya karena telah diizinkan untuk hidup.

Apa yang kita inginkan mungkin tidak selalu sama dengan apa yang kita dapatkan. Berjiwalah besar. Cintailah apa yang sudah kita dapat, tidak salahnya mencoba hal yang baru dan asing didalam kehidupan kita. Karena itu adalah metamorfose kehidupan. Namun tidak ada salahnya juga kita tetap mencoba mendapatkan apa yang kita mau, tidak dengan putus asa dan mengeluh. Sesungguhnya, mungkin apa yang kita inginkan saat ini belum bisa kita dapatkan karena masih dalam perjalanan menuju kehidupan kita kedepannya. Tidak ada yang tidak bisa terjadi didunia yang luas ini, yah kecuali kau memakan kepalamu sendiri.

Terkadang, banyak orang yang gagal mendapatkan apa yang mereka inginkan. Ada yang putus asa, ada yang frustasi, ada yang gila, ada juga yang mengakhiri kehidupannya. Seperti itukah cara kita menjalani kehidupan yang begitu indah ini? Terlalu sayang sekali. Bisa kau lihat disekelilingmu, apakah hanya kau yang menderita? Apakah hanya kau yang tidak bisa makan? Apakah hanya kau yang tidak bisa melanjutkan sekolah? Apakah hanya kau yang tidak memiliki orang tua? Didunia ini memang banyak perbedaan, tapi bukan berarti kesamaan yang dimiliki terlalu sedikit.
                Ketika kau mendapatkan kesulitan, hendaklah melihat kebawah dan kebelakang. Kenapa? Jika kau melihat kebawah, kau akan banyak melihat orang yang sangat – lebih – merasakan kesulitan dibanding dirimu. Jika kau melihat kebelakang, koreksilah langkahmu, pelajari apa yang harus kau perbaiki untuk keluar dari kesulitan itu. Kau bukan satu-satunya manusia yang mengalami kesulitan. Jadi bersemangatlah untuk tetap bertahan!!

Pernahkah terfikir olehmu, untuk bisa mencapai sebuah kata ‘sukses’ seperti orang-orang yang ada disekelilingmu. Tentu kau bisa! Kau juga memiliki peluang untuk itu. Ketika kau melihat kedepan, banyak orang yang sudah melangkah jauh dihadapanmu. Ketika kau melihat ke atas, banyak juga orang yang sudah bertahta tinggi diatasmu. Lihatlah kanan-kirimu, bukankah banyak juga teman-teman yang sedang ada diposisimu? Mereka juga sama-sama berusaha sepertimu. Tapi ada juga sebagian dari mereka yang mempertahankan & menikmati posisi itu. Sekarang tergantung padamu. Arah mana yang kau inginkan, melangkah lah kesana. Ketika kau kembali menemukan kesulitan. Hadapilah seperti kau menghadapi kesulitan-kesulitan sebelumnya. Kuatkanlah hatimu. Pikirkanlah impian-impianmu. Kerjakanlah kesulitan itu.

Untuk semua orang yang belum mentertawakah hidupnya. Tertawalah!!!

Wednesday, 13 March 2013

-Obat Cinta-


Pusing sekali kepalaku, serasa seperti ditusuk-tusuk dengan jarum. Sebelum pulang tadi kusempatkan meneguk segelas air beserta obat pahitnya, namun yang ku rasakan tetaplah sama. Seperti tidak ada efeknya sama sekali. Pffttt. Sesampainya dikosan, kurebahkan tubuhku diatas tempat tidur, pandanganku menatap langit-langit kamarku. Kututup mata dan menikmati kegelapan yang semakin pekat. Entah berapa lama mataku terpejam, tersadar kembali setelah aku merasakan sesuatu bergetar disampingku. Handphone. Sesaat senyumku mengembang menatap layar handphone. Jemariku dengan cekatan mengetikan beberapa kalimat yang ku buat untuk membalas pesan itu. Beberapa detik kemudian, ku menerima balasan. Senyumku semakin sumringah. Tanganku semakin lincah menari diatas layar handphone. Sesaat aku melupakan sakit yang sedang ku alami. Jariku masih menari indah menuliskan balasan-balasan untuk seseorang yang sedang berada diseberang sana.

Aku dan Dia. Kami adalah teman satu Sekolah Menengah Atas. Aku mengenalnya pertama kali ketika kami sama-sama menjadi Siswa baru di sekolah tersebut. Awalnya, tidak ada yang menarik untukku dari dirinya, dan begitu juga sebaliknya. Hanya perkenalan yang biasa-biasa saja. Sampai pada akhirnya kami bertemu dikelas yang sama ketika kenaikan kelas XI. Walaupun kami satu kelas, dia juga tidak begitu dekat denganku. Tapi ku akui, dia adalah teman yang cukup menyenangkan. Penuh humoris, sudah seperti pelawak saja dia. Tapi dia bukan pelawak sungguhan. Hanya saja hidupnya penuh dengan canda dan tawa. Aku suka berteman dengannya.

Dua tahun kami lewati bersama-sama menjadi teman satu kelas. Tapi bukan teman dekat. Kami pernah satu organisasi, tapi hal itu juga tidak membuat kami mempunyai kedekatan yang "special". Sampai akhirnya tiba tahun terakhir kami menjadi anak SMA. Ketika disibukkan dengan Try Out, Ujian Praktek, UAS dan UN kami sering melakukan belajar bersama, atau hanya sekedar membahas soal-soal yang mungkin akan muncul di Ujian Nasional. Kebersamaan yang mungkin sulit untuk dijelaskan. Namun aku mulai merasakan perasaan 'aneh' ketika aku berada didekatnya. Awalnya aku mengabaikan perasaan tersebut. Aku dan Dia menyelesaikan Ujian demi Ujian, sampai akhirnya kami bertemu kembali disaat pengumuman Kelulusan. Aku hadir, Dia hadir. Kami hadir. Kami berada dibarisan yang sama. Kami mendengarkan ceramah-ceramah dari Kepsek, Wakasek, Guru-guru yang memberikan selamat atas kelulusan kami semua. Setelah acara tersebut selesai. Kami melakukan ritual yang selalu dilakukan oleh anak-anak SMA yang baru lulus. Coret-coret baju. Konvoi ala anak SMA. Hal itu kami lakukan bersama. Saat itu aku sudah mengakui sebuah 'rasa' yang cukup aneh tapi nyata hadir didalam nadiku. Aku menyukainya. Seketika itu juga aku ingin memanfaatkan setiap waktu yang ada bersamanya. Karena yang terfikir olehku, mungkin inilah saat-saat terakhir aku bertemu dengannya. Inilah saat-saat terakhir ku menatap wajahnya. Saat-saat terakhir mendengar tawanya. Mau tau apa yang aku lakukan? Bukan sebuah hal yang cukup mencengangkan. Hanya saja ..... cukup membuat kenangan itu membeku dalam sebuah gambar, dan itu cukup membuatku senang. Satu, Dua, Tiga, mungkin Empat gambar yang berhasil ku abadikan dengan dia berada disisiku. Aku sudah sangat puas, setidaknya ada yang aku punya untuk dikenang. Ada satu lagi. Selain gambar, aku juga punya kemeja putih seragam SMA ku yang penuh dengan corat-coret teman-temanku. Juga coretan-nya di kemejaku. Sampai dirumah, aku melepas kemejaku dan melihat dimana tepatnya dia menodai seragamku dengan goresan tangannya. Saking banyaknya tulisan yang bertumpuk-tumpuk aku menemukannya!!! Ya I found it! Saat itu juga aku meraih spidol, dan ku lingkari tulisan itu membentuk hati. Saat itu aku tidak bermaksud apa-apa. Hanya secara refleks saja melakukannya. Setelah sadar, aku malah senyum-senyum sendiri. Sampai sekarang, aku masih suka senyum-senyum sendiri jika mengingat kejadian itu. 

Pertemuan yang terjadi diantara kami, bukan tanpa disengaja. Mungkin sudah digariskan semenjak kami diutus untuk hidup didunia ini. Kedekatan yang kemudian terjalin diantara kami, pada awalnya sama sekali tidak pernah kami bayangkan. Namun pada kenyataannya. Sekarang, saat ini, kami bersama. Yahhh walaupun saat-saat ini kami cuma bisa bertemu dengan tulisan-tulisan yang kami buat dalam sebuah pesan atau chat, mendengar suaranya menceritakan apa saja diujung handphone. Tanpa pernah bertatapan langsung, yah itu pernah kami lakukan dalam Video Call. Tapi tulisan, suara ataupun tatapan langsung di Video Call sungguh sangatlah berbeda dengan pertemuan langsung. Ketika aku bisa menyentuh pipi tembemnya. Ketika dia bisa menggenggam erat tanganku. Ketika mata kami benar-benar bertautan tanpa dihalangi oleh media apapun. Tapi kami tetap bersama. Entah sampai kapan akan berlangsung seperti ini. Tapi aku sangat bersyukur atas kehadiran dia yang sudah digariskan untukku. Dia yang terkadang menyita waktuku untuk memikirkannya. Dia yang selalu memberikan semangat agar aku tetap menjadi gadis yang kuat. Dia yang selalu hadir didalam Impian-impianku. Dia yang terus mengharapkanku tinggal bersamanya. Dia yang sangat aku cintai. Dua kata, dalam satu nama.

Kini aku benar-benar melupakan sakit kepalaku. Demamku sedikit mereda. Apa sebesar ini kah pengaruhmu terhadapku? Sampai-sampai membuatku kembali sehat? Aku pikir Cinta tidak memiliki efek sebesar ini. Tapi sudah kubuktikan kekuatan cinta itu sendiri.

Hey, seseorang yang kucintai. Yang mungkin akan membaca tulisanku ini. Terimakasih untuk semua yang kau korbankan untukku. Terimakasih karena kau memperjuangkanku. Terimakasih, kau sudah hadir didalam kehidupanku. Mungkin ini sedikit - agak - lumayan - lebay. But I Love You so Much. Beginilah efek, jika aku mendapatkan Obat Cintaku :)

with Love
-ray-

H-13



Hari ini terbangun karena sinar matahari yang menyilaukan wajahku, saat ku lihat jam di ponselku, sudah menujuk ke angka delapan. Woahhh siang sekalii. Untung saja tidak membuatku terpaksa buru-buru, teringat aku mulai bekerja jam sebelas siang. Kubuka jendela, membiarkan sinar matahari yang hangat masuk memenuhi kamar ini. Oh, udaranya sungguh menyegarkan. Kututup mata, dan merasakan setiap sentuhan udara yang menerpa wajahku. Benar-benar terasa hidup. Dalam hati ku ucapkan rasa syukur yang tiada batas kepada Allah SWT. Berkat izin-Nya aku masih bisa merasakan udara pagi sesegar ini.

Langit pagi ini pun terlihat sangat cerah, berkat matahari yang masih memberikan sinar terangnya diatas bumiku ini. Terimakasih. Aku begitu mengagumi kejadian-kejadian seperti ini. Hari ini aku melihat kalender dimeja, dan menyadarkan ku satu hal. Semakin dekat dengan hari yang aku tunggu-tunggu. H-13. Bismillah, semoga diberi kelancaran. Amin. Aku merencanakan kepulangan ke tanah kelahiranku, namun sayangnya kepulanganku ini masih belum permanen. Yah tidak apalah yang terpenting aku masih bisa bertemu dengan orang-orang yang aku kasihi. Sungguh tidak bisa sabar menunggu bisa menginjak pulau Bali lagi. Selepas satu setengah tahun aku tidak berada disana. Kini aku Pulaaaaaaaaaaaaaang. Terimakasih ya Allah.

Mungkin sebaiknya aku membuat daftar kegiatan selama aku diBali, karena aku tidak ingin menyia-nyiakan kepulanganku yang hanya terhitung empat hari empat malam itu. Jadi apa ya yang harus aku lakukan pertama kali? Mmmmmm yang pasti aku harus mengunjungi pantai. Yap! itu adalah list pertamaku, setelah itu ..... Argh terlalu banyak tempat yang indah di Baliku. Mungkin aku tidak keburu mengunjungi semua tempat itu, ku usahakan agar tidak membuang waktu tanpa menikmati keindahan Baliku. I promise.

Lancarkan lah hariku ini ya Allah, semoga hari ini aku selalu mendapatkan ridha-Mu. Amin


with Love
-ray-
 

Tuesday, 12 March 2013

Sabar

Rindu ini sudah semakin tajam. Saking tajamnya sampai-sampai rasanya ngilu sekali dihati. Aku benar-benar rindu rumah. Ingin segera bertemu dengan orang-orang yang kusayangi. Ingin bisa melewati semua detik yang kupunya bersama mereka. Entah sampai kapan aku harus berada disini dan mereka yang berada disana. Entah sampai kapan kami terpisah oleh jarak yang aku sendiri tidak tau berapa miles jauhnya.

Dulu, saat aku menerima kesepakatan untuk tinggal disini. Aku ingin melatih diriku agar terbiasa dengan kehidupan yang serba sendiri. Belajar menyelesaikan segala problema yang kemungkinan aku hadapi dengan tanganku sendiri. Namun sekarang yang ada difikiranku adalah, Aku ingin menjaga keluargaku. Aku ingin bisa berkumpul dengan mereka lagi. Egoku mengatakan bahwa aku tidak ingin hanya berkumpul dengan keluargaku disaat moment-moment tertentu saja. Karena bagiku, bersama mereka setiap saat adalah anugrah Tuhan yang sangat berarti untukku.

Kapan aku bisa menyelesaikan perjalananku disini? Kemudian kembali pulang ke'rumah' menjalani kehidupanku yang sebenarnya.

Berada disini, aku selalu mendapatkan perhatian dari keluargaku, walaupun jarak yang memisahkan kami. Namun, apalah arti sebuah suara di telepon/ kalimat yang tersusun rapi dalam secarik pesan singkat? Aku rindu akan kasih dan sayang yang mereka berikan kepadaku secara nyata. Mungkin hanya waktulah yang bisa menjawabnya. Bersabarlah sedikit lagi. Sedikit. Lagi.

Papa selalu memberiku semangat, bersedia menjadi tempat ceritaku yang paling setia, memberiku petuah-petuah yang sangat berguna bagiku. Begitu juga dengan mama. Bahkan adik-adikku kadang melakukan hal-hal bodoh yang membuatku semakin merindukan rumah. Sekarang zaman memang sudah canggih. Aku bisa melihat apa yang mereka kerjakan di sana, begitu juga mereka dengan menggunakan 'Video Call' namun rasanya masih belum sempurna bila aku tidak benar-benar hadir diantara mereka. Aku sangat merindukan rumahku, keluargaku, Baliku.

Sabar.
Seseorang selalu menguatkan hatiku dengan mengatakan 'kata' itu. Namun hati ini sangat ingin berteriak, 'sampai kapan aku harus sabar?!'
Aku harus lebih kuat, untuk menghadapi ini. Terkadang aku merasa duniaku sudah habis disini. Aku takut aku tidak memili kesempatan untuk merasakan duniaku yang aku inginkan. Namun aku percaya bahwa Tuhan tidak akan menyelesaikan dunia ini sebelum aku benar-benar mendapatkan apa yang aku mau.

Ini hanyalah sebuah awal. Karena aku belum benar-benar menginjak kesuksesanku. Bersabar adalah salah satu cara yang paling utama dalam melewati perjalanan ini. Tidak sulit bila aku Ikhlas menjalaninya. Tidak mudah bila aku terus-terus memikirkan kapan perjalanan ini akan berujung pulang.

Bismillahirohmanirohim,
Kan kujalani hari-hariku disini dengan penuh doa, berharap aku bisa menemukan jalan pulang.

with Love
-ray-

I Wanna Grow OLD with 'YOU'

wanna Grow OLD with you :*
I wanna make you smile,
Whenever you're sad.
Carry you around when your arthritis is bad.
All I wanna do,
Is grow old with you.

I'll get you medicine,
When your tummy aches.
Build you a fire if the furnace breaks.
Oh it could be so nice,
Growin' old with you.

I'll miss you, kiss you,
Give you my coat when you are cold.
Need you, feed you.
Even let you hold the remote control.
So let me do the dishes in our kitchen sink.
Put you to bed when you've had too much to drink.
Oh I could be the man, 
Who grows old with you.

I wanna grow old with you.

Untuk bisa Bersamamu


Aku selalu sendiri disetiap malam yang ada.
Aku tetap menatap keatas langit.
Dan aku selalu menunggu jatuhnya bintang.
Hanya untuk membuat sebuah permohonan.

Disini,
Malam ini aku memandang cahaya rembulan.
Membayangi dirinya hadir dalam cahaya itu.
Apa mungkin dia juga memikirkanku?

Dan ketika kita akhirnya bertemu.
Aku menyadari satu hal.
Akankah dia menjadi hal terakhir dihidupku?
Karena perjalanan ini akan segera berakhir.

Pertamakali menggenggam tangannya.
Tidak ingin aku lepaskan.
Apapun akan aku berikan.
Hanya untuk merasakan saat-saat itu.

Dua insan berbeda.
Dua dunia berbeda.
Tak terpikir olehku sebelumnya.
Untuk bisa bersamamu.

Dan ketika dia berada dihadapanku.
Aku menyadari satu hal.
Tuhan pasti akan menjawab doaku.
Untuk bisa bersamamu.


-WRM-
16 Feb 2013

aku - dia - KITA


Ketika malam sudah larut namun mata ini masih belum ingin menredupkan cahayanya. Malam ini aku sangat merindukan seseorang, perasaan yang kurasakan malam ini sungguh luar biasa. Seandainya ku mampu mempercepat waktu kan kulakukan untuk membawa ku cepat bertemu dengannya. Namun sepertinya aku harus lebih bersabar sedikit lagi.  Aku begitu merindukan dirinya, sangat merindukannya. Hati kecil ini berbisik padaku bahwa dia ingin segera bertemu sipemilik hati ini. Jarak antara aku dan dia cukuplah jauh. Namun jarak tidak menjadi penghalang perasaanku terhadapnya. Bagi penyandang "Long Distance Relationship" seperti aku ini, rasa kangen adalah bumbu yang paling sangat dibutuhkan. Ketika banyak orang yang menganggap hubungan jarak jauh adalah suatu hal yang buruk, suatu hal yang sulit untuk dipertahankan. Tapi tidak buatku. Hubungan yang berdasarkan cinta dan kasih 'terpaksa' dibatasi oleh ruang, jarak dan waktu. Tidak bisa secara rutin melakukan sebuah pertemuan yang nyata memang kelemahan terbesar yang harus aku terima. Namun apakah alasan pertemuan yang jarang dan terpisah oleh batas jarak dan waktu selalu menjadi penghalang kandasnya Hubungan jarak jauh? Semua ini ku jalani atas dasar bisikan hati ku. Namun, aku bukanlah gadis yang mudah terlena dengan apa yang dirasakan oleh hatiku. Aku mulai menjalaninya ketika sebuah kata muncul didalam hatiku. Kepercayaan. Saling percaya. Setiap hubungan seperti pertemanan, persahabatan, rekan kerja, ataupun keluarga membutuhkan rasa saling percaya. Itulah yang membuat langgengnya sebuah hubungan, karena melalui tindakan saling percaya itulah pasangan akan lebih merasa sangat dihargai sebagai seseorang yang pantas dicintai. Sikap saling percaya juga menunjukkan seberapa dalam aku mengenal pasanganku, aku mempercayai dia karena aku mengenalnya begitu dalam. Cinta bukan saling menuduh apalagi menerka, cinta itu saling percaya karena kau mencintai dia makanya kau mempercayainya.

Saling menjaga hubungan dengan teman-teman dijejaring social. Ini agak sulit, jejaring social adalah tempat kita membagi semua milik kita secara umum. Dimulai dari kegiatan sehari-hari kita (yang cendrung update picture tiap detik "read : me"), Perasaan yang sedang kita alami (curhat disetiap update status). Mungkin sering terjadi kesalah pahaman antara penyandang "LDR" dikarenakan jejaring social beserta umat yang ada didalamnya. So, yang kulakukan paling hanya menjaga caraku berkomunikasi dengan teman-teman jejaring social. Bukan berarti aku harus meninggalkan jejaring social untuk menjaga perasaan pasanganku. Cukup mengerti batasan-batasannya.

Saling mengerti kegiatan dan kesibukan masing-masing. Aku bukanlah orang yang mencintai kesibukan. Namun, bukan berarti juga aku tidak memiliki kegiatan, tidak terlalu banyak waktu yang kupunya, dan tidak terlalu sedikit sesuatu yang perlu ku kerjakan. Selama aku disibukkan oleh sesuatu, aku selalu mengusahakan mengirimkan sepatah duapatah kalimat yang kurangkai untuknya. Begitu juga dengannya, disana terlalu banyak hal yang dia kerjakan demi impian-impiannya. Bukan hak ku untuk selalu mendapat perhatiannya. Walaupun kami memang bersatu, namun ada banyak hal juga yang harus kami selesaikan dengan diri kami masing-masing. Sesungguhnya petualangan yang kita inginkan adalah kehidupan indah yang kita jalani sehari-hari. Jangan buang-buang waktu hanya untuk menuntut perhatian yang tidak seharusnya selalu kita dapatkan. Jalani lah kehidupan ini seperti kita yang sedang menjadi Nahkoda saat melajukan Kapal ditengah lautan. Bila kita benar-benar mencintainya, sesungguhnya dia selalu berada dihati kita, dan selalu memperhatikan kita disetiap helaan nafas yang dia hembuskan. Karena disanalah kita 'berada' (read : hati)

Saling berfikiran positif dan tidak Over Protective. Seperti yang kujelaskan tadi banyak yang harus kami selesaikan dengan diri kami masing-masing. Alhamdulillah tidak terlalu banyak aku mengikuti apa yang otakku katakan. Selain otak, ada yang lebih tau lagi tentang menilai sesuatu yang baik dan buruk. Hatimu. Tanamkanlah pada hatimu bahwa kau benar-benar mempercayai pasanganmu. Karena bila terlalu over protective yang ditakutkan adalah pasanganmu merasa tidak dihargai bahwa dia telah mencintaimu. Aku dan dia juga memiliki ruang sosialisasi yang berbeda. Namun aku percaya dia adalah kekasihku. Jika dia mencintaiku, dia tidak akan mempermainkan rasa kepercayaanku.

Sebenarnya aku hanya ingin curhat, tapi kalau memang tulisan ini menginspirasi yang membaca ada satu lagi tambahannya, hehehe. Dari tadi kita kebanyakan ngomong dengan kata "SALING" kenapa? Karena saling berarti dilakukan berbarengan, tidak sendiri-sendiri. Dalam menjalani sebuah hubungan jarak jauh a.k.a "LDR" tidak jalan sendiri-sendiri, hubungan tersebut akan kuat bila dijalani bersama-sama. Jika hanya satu yang berkorban maka hubungan tersebut akan timpang, seperti hanya satu kaki yang berjalan. Satu berkorban untuk sebuah hubungan, orang lainnya juga harus berkorban, itulah KEKUATAN!Seperti kami yang saling berkorban, dia menungguku untuk kembali padanya, dan aku menunggu waktu menjawab kebersamaan kami yang tertunda.

Mungkin sempat terbersit pikiran diantara kami. Takut kehilangan satu sama lain, dalam artian takut salah satu dari kami diculik oleh oranglain (read : diambil). So jika kami benar-benar saling mencintai kami pasti tidak akan mau diculik oleh siapapun. Jika kami masih saja bisa terculik oleh orang lain. Apa itu akhir dari kisah cerita kami? Apakah itu akhir dari perjuangan, pengorbanan yang kami lakukan? Hanya membiarkan waktu menjawab semua impian-impian kami. Tentunya sebuah perjuangan bahkan pengorbanan tidak pernah berakhir secara sia-sia.

with love,
-Ray-

noted :
dan sekarang saya merasa sangat bersyukur merasakan setiap hari yang ada ditemani seseorang yang begitu mengerti saya. walaupun raganya tidak selalu hadir dalam hari-hari saya. namun dia selalu berhasil membuat suasana yang kelabu berubah kembali menjadi berwarna. seperti pelangi yang muncul ketika hujan reda. thankyou so much my ASA :)